Makassar International Writers Festival Hadirkan Perahu Pustaka

cropped-MIWF2015-webbanner

Rabu, 03 Juni 2015 | 11:29

Makassar – Makassar International Writers Festival (MIWF) edisi kelima akan digelar di Makassar 3 – 6 Juni 2015. Sejak pertama kali diadakan pada 2011 lalu, MIWF telah berkembang menjadi salah satu festival sastra yang senantiasa dinanti-nantikan di Indonesia.

Tahun lalu, MIWF dihadiri lebih dari 5,000 peminat sastra, pembaca dan masyarakat umum, yang sebagian besar adalah mahasiwa, pelajar dan profesional muda yang tidak hanya datang dari Makassar dan kabupaten-kabupaten lain di Sulawesi Selatan, melainkan juga yang datang dari berbagai kota lainnya. Ini menunjukkan minat luar biasa pada festival ini.

“Tahun ini sebanyak 60 penulis dan pengisi acara dari 20 negara ikut ambil bagian di MIWF, yang berpartisipasi dalam diskusi, workshop, pembacaan karya dan pentas musik, tari dan senirupa,” kata founder sekaligus Direktur MIWF Lily Yulianti Farid dalam rilis yang diterima Beritasatu.com, Rabu (3/6).

“Mengambil tema: Karaeng Pattingalloang: Knowledge and Universe – tokoh intelektual dari Kerajaan Gowa Tallo di abad ke-17 – MIWF edisi kelima menghidupkan kembali semangat cinta pada pengetahuan dan gairah untuk mencari berbagai jawaban atas berbagai fenomena di alam raya atau semesta.”

Dipilihnya Karaeng Pattingalloang yang bernama lengkap I Mangadacinna Daeng Sitaba Sultan Mahmudn Karaeng Pattingalloang yang disebut sebagai ‘The Galilleo of Macassar” adalah beliau seorang mahasarjana tanpa gelar dan tittle yang sangat mencintai pengetahuan dan astronomi.

Karaeng Pattingalloang mampu berbicara dalam delapan bahasa asing, Latin, Yunani, Italia, Prancis, Belanda, Portugis, Denmark, Arab dan beberapa bahasa lainnya. Beliau memiliki perpustakaan pribadi yang menyimpan hampir semua buku pengetahuan pada zaman itu yang terbit di Eropa.

Selain itu, pada saat teleskop pertama kali ditemukan oleh Galileo di Eropa, Karaeng Pattingalloang menjadi orang pertama yang memesannya langsung dan tiba di Makassar 7 tahun setelahnya. Karena kecintaannya terhadap dunia astronomi, saat bola dunia (globe) ditemukan, Karaeng Pattingalloang memesan globe pertama dan terbesar dengan diameter 4 meter untuk dapat dikirimkan di Makassar.

Hal yang sama Pattingalloang lakukan saat mengetahui adanya gambar peta dunia, bahkan oleh pembuat peta dunia, pada sisi kanan peta tergambar sosok Karaeng Pattingalloang yang saat ini replika dari peta tersebut tersimpan di Library of Congress di Washington DC, Amerika.

“Satu hal yang baru dan unik dari MIWF 2015 adalah munculnya gagasan ‘Perahu Pustaka’ yang mulai Juni ini akan berlayar menuju pulau-pulau dan kota kota kecil di Makassar selama setahun mendatangi masyarakat sebagai perpustakaan di jalan,” imbuh Lily.

Perahu Pustaka mulai digagas sejak awal tahun 2015 menyertai adanya ‘Kuda Pustaka’ di Probolinggo, Jawa Timur gagasan dari Ahmad Nirwan Arsuka yang ingin menjawab kurangnya buku bacaan untuk akan-anak. Munculnya ide Perahu Pustaka karena Makassar dan daerah di Indonesia Timur adalah kota kepulauan dengan banyak daerah yang susah terjangkau oleh buku dan minat baca yang kurang. Hal ini sejalan dengan visi dari Makassar International Writers Festival.

“Kami memilih perahu karena kami ingin kembali membangun kapal-kapal tradisional Makassar, Phinisi yang menjadi kebanggaan masyarakat Makassar, Indonesia dan dunia. Tapi untuk Perahu Pustaka ini ukurannya lebih kecil dari Phinisi umumnya,” tutur Lily.

Visi MIWF adalah terus menumbuhkan apresiasi sastra, mengkampanyekan aktivitas membaca dan menulis dan menjadikan Makassar sebagai tempat bertemunya para penulis dari berbagai kota dan negara, pembaca, dan warga lokal, khususnya publik muda Makassar.

“Tahun ini hadir antara lain sastrawan Seno Gumira Ajidarma, Leila S. Chudori, Oka Rusmini, penulis buku perjalanan, Trinity, penyair Adrian Grima dari Malta, novelis grafis asal Belanda Peter van Dongen dan Satoshi Kitamura, Jepang, kartunis Australia Rolf Heimann, peneliti media dan jurnalistik Janet Steele dari Amerika Serikat, dan banyak lagi,” imbuh Lily.

Selain itu, MIWF mengundang enam penulis muda dari Makassar, NTT, Kalimantan dan Kendari secara khusus sebagai penulis undangan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh acara yang diadakan di MIWF bersifat gratis dan terbuka untuk umum.

“Setiap tahun kita menerbitkan berbagai buku dengan penulis luar maupun dalam negeri. Tahun ini ada 2 buku dari Leila S. Chudori, terjemahan buku Pulang (Home) dan Nadira edisi terbaru, dan masih banyak lagi peluncuran buku di MIWF nanti.” Ungkap John McGlyn dari Yayasan Lontar.

Sementara itu Rika Anggraini, General Manager Corporate Communications The Body Shop Indonesia mengatakan,”The Body Shop Indonesia telah mendukung MIWF sejak 2012 dengan mengkhususkan pada isu lingkungan, perempuan dan hak asasi manusia. The Body Shop menjadi mitra jangka panjang kami karena kesamaan visi dan misi, yakni menyebarluaskan nilai-nilai kemanusiaan, di mana menulis dan penerbitan buku bisa menjadi salah sarana efektif untuk menyuarakan misi ini.”

Sementara itu Asia Center Japan Foundation menjadi mitra utama festival dalam mempromosikan sastra Asia ke dunia dengan menghadirkan inisiatif penerjemahan Monkey Business International Literary Journal, sebuah upaya penerjemahan karya-karya sastra kontemporer Jepang, yang diterbitkan dalam bentuk jurnal, yang dipromosikan ke berbagai negara.

Dua perusahaan yang berbasis di Makassar, Bosowa Group dan Kalla Group, yang menjadi mitra MIWF sejak lima tahun terakhir, juga menunjukkan komitmen untuk terus mendukung kehadiran festival penulis ini.

Selain itu, puluhan lembaga asing dan nasional, perusahaan lokal dan komunitas serta sejumlah penerbit yang menjadi mitra MIWF, membuat kami bisa terus menyelenggarakan festival ini setiap tahun. Yang tak kalah pentingnya adalah peranan penting lebih dari 200 relawan yang menjadi tulang punggung festival.

“Selain pesta sastra, kegiatan lain yang dilakukan selama festival antara lain Sing Your Poetry, Penayangan Film Pendek ‘Karaeng Pattingalloang’ oleh sutradara dan penulis naskah asal Makassar, Literary Tour, dan lain sebagainya yang sangat menarik minat pecinta sastra Indonesia,” pungkas Lily.

Yudo Dahono/YUD

PR

Sumber: http://www.beritasatu.com/hiburan/279323-makassar-international-writers-festival-hadirkan-perahu-pustaka.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s