Mantan Menteri Hingga Pengusaha Lokal Bantu Armada Pustaka

Maman Suherman yang akrab disapa Kang Maman adalah salah satu tokoh yang banyak membantu mengenalkan gerakan literasi Armada Pustaka di Jakarta
Maman Suherman yang akrab disapa Kang Maman, sosok No Tulen di Indonesia Lawak Klub, adalah salah satu tokoh yang banyak mengenalkan gerakan literasi Armada Pustaka di tingkat nasional dan membantu pendonasian ke gerakan literasi tersebut

Gerakan literasi di Mandar mendapat apresiasi banyak pihak. Tidak hanya dari sesama aktivis literasi, tapi juga para pengusaha, baik tingkat nasional maupun lokal.
Salah satu gerakan literasi di Sulawesi Barat yang menjadi pionir perpustakaan bergerak adalah Armada Pustaka di Desa Pambusuang, Polewali Mandar. Armada Pustaka yang memiliki Perahu Pustaka, Motor Pustaka, Sepeda Pustaka, Bendi Pustaka dan Becak Pustaka menjadi tonggak gerakan literasi lokal yang menjadi perbincangan nasional. Beberapa stasiun televisi di pusat dan majalah nasional serta harian Jawa Pos telah membuat liputan tentang Armada Pustaka.
Mengetahui ada gerakan pustaka unik di Sulawesi Barat, mantan menteri Perindustrian dan Perdagangan Rachmat Gobel membantu proses pembuatan Perahu Pustaka ke-2 dan pelayaran Perahu Pustaka ke depan.
“Sebagai sahabat Pak Rachmat Gobel, saya mendapat bisikan darinya, semangat tebar virus literasi, mengajak anak-anak Indonesia di berbagai pelosok terpencil untuk rajin membaca, untuk mencintai buku, tidak boleh berhenti. Bagaimana sebuah bangsa bisa maju kalau rakyatnya tidak mau belajar , yang salah satu bentuknya adalah dengan membaca?,” kata Maman Suherman, tokoh pers nasional yang menfasilitasi dukungan Rachmat Gobel ke Armada Pustaka.
Maman Suherman yang dikenal publik lewat perannya sebagai notulen di Indonesia Lawak Klub menambahkan bahwa kegiatan Armada Pustaka ini harus didukung oleh siapa pun. Katanya, “Bukankah amanat UUD 1945 salah satunya adalah: mencerdaskan kehidupan bangsa?. Apa yang dilakukan Ridwan Alimuddin, saya dan kawan-kawan adalah wujud nyata mencerdaskan kehidupan bangsa itu.”
Selain Rachmat Gobel, tokoh pengusaha lokal juga memberi dukungan ke salah satu gerakan Armada Pustaka yang baru, yakni pembuatan Perpustakaan – Museum NUSA PUSTAKA, yaitu H. Syamsul. “Kegiatan seperti ini harus kita dukung. Kita sebagai pengusaha tidak hanya memikirkan bisnis semata, tapi juga pembangunan ummat. Apalagi gerakan ini dilakukan oleh orang Mandar. Nah kita sebagai orang Mandar harus memberi dukungan, sesuai peran dan kemampuan kita,” kata H. Syamsul yang dikenal sebagai pengusahan coklat bertaraf internasional dan Ketua Kamar dan Industri di Kabupaten Polewali Mandar saat bertandang ke Pambusuang menyaksikan proses pembangunan Nusa Pustaka (1/1).
“Kita sebagai pemuda mendukung penuh gerakan teman-teman di Pambusuang. Apa yang dilakukan H. Syamsul sangat menarik. Saya memperhatikan gerakannya selama ini juga membantu kegiatan keagamaan. Awalnya kan beliau mau bantu perluasan kuburan di Pambusuang, tapi karena sudah ada tanahnya, saya usulkan kepadanya bagaimana kalau membantu kegiatan literasi di Pambusuang. Selama ini saya perhatikan kegiatan teman-teman di media sosial, yang betul-betul serius dan terbukti murni adalah gerakan yang didukung santri di Pambusuang, yaitu Armada Pustaka,” kata Makmur, tokoh pemuda Allu ketika berkunjung ke Nusa Pustaka, yang juga mengharapkan makin banyak kader literasi tumbuh di Mandar.
Koordinator Armada Pustaka, Muhammad Ridwan Alimuddin mengapresiasi dukungan Rachmat Gobel, H. Syamsul dan pihak lain. “Gerakan Armada Pustaka didukung banyak pihak, baik di Sulawesi Barat maupun yang ada di Makassar maupun Jakarta. Sebagian besar masih dalam bentuk buku, untuk pendanaan belum begitu banyak. Makanya kita sangat berterima kasih bila ada dukungan materi sebab bagaimana pun operasional pelayaran itu cukup tinggi. Di sisi lain gerakan kita ini semuanya gratis, tidak ada pungutan biaya sepersen pun dan tidak ada bantuan pemerintah. Apalagi proses pembangunan perpustakaan dan museum Nusa Pustaka ini, kita cicil-cicil tergantung ada tidaknya bantuan dari pihak lain,” kata Ridwan, mantan jurnalis Radar Sulbar yang sekarang menggeluti dunia literasi.

Advertisements

3 thoughts on “Mantan Menteri Hingga Pengusaha Lokal Bantu Armada Pustaka

  1. Rizky Hendiperdana says:

    Mas ridwan. Bagaimana caranya jika ingin mendonasikan buku juga untuk di nusa pustaka, Mandar. Saya pribadi sangat ingin berkonsribusi walau kecil buat gerakan ini. terima kasih mas

    Like

    1. Terima kasih atas perhatiannya. Anda tinggal di mana? Kalau ingin sumbang buku, ini alamatnya:
      Perahupustaka — Armada Pustaka
      d/a Muhammad Ridwan Alimuddin
      Jl. Daeng Rioso No. 10
      Pambusuang, Tinambung
      Polewali Mandar
      Sulawesi Barat 91354

      Terima kasih banyak ya. NAA

      Like

  2. Saya tingga di bandung mas. terima kasih info alamatnya. insya Allah akan saya kirim bbrp buku tuk menambah koleksi di perahu pustaka utk anak2 di polewali mandar. Boleh saya minta kontak pribadinya ?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s