“Masa Depan China” di Nusa Pustaka

IMG_20160726_161203_1469533945702
Prof. Stephen Lloyd Morgan (tengah) dalam diskusi bertajuk Masa Depan China di Perpustakaan dan Museum Maritim Nusa Pustaka, 26 Juli 2016. Didampingi Muhammad Farhan (moderator) dan Indah Morgan (penerjemah). Foto M Ridwan

Salah satu keunggulan sistem di China adalah mereka berinvestasi banyak pada pendidikan generasi mudanya. Demikian salah satu paparan Stephen Lloyd Morgan dalam diskusi di Perpustakaan dan Museum Nusa Pustaka, Pambusuang, 26 Juli, Selasa sore. Dia adalah Orofessor Sejarah Ekonomi China Universitas Nottingham, Inggris dan Kepala Ilmu Sosial Universitas Nottingham Ningbo, China.

Diskusi yang dihadiri mahasiswa Universita Sulawesi Barat, Universitas As Syariah Mandar, penggerak literasi Polewali Mandar dan Majene, sejarawan, serta pemerhati seni budaya Sulawesi Barat tersebut bertema Masa Depan China.
“Kegiatan diskusi ini adalah gerakan ilmiah rutin di Nusa Pustaka yang menjadikan pembicara asing sebagai narasumber. Sebelumnya sejarawan Belgia, petualang Jepang dan antropolog Jerman pernah jadi pembicara. Kali ini kita mengangkat diskusi tentang salah satu negara adidaya yang juga memiliki hubungan erat, baik Indonesia secara umum maupun Mandar secara khusus yang merentang ribuan tahun lampau,” kata Muhammad Ridwan, pengelola komunitas literasi Armada Pustaka Mandar, yang menjadi pelaksana acara.
Prof. Stephen Morgan memaparkan sejarah China sebagai negara termiskin beberapa dekade lampau, lebih miskin daripada Indonesia, tapi saat ini menjadi negara yang cukup kuat ekonominya. “China sekarang negara ekonomi menengah. Itu mereka bisa capai karena sistem pemerintahannya, yang meski ideologi komunis tapi ekonominya kapitalis. Masyarakatnya dibuat supaya selalu bahagia,” terang Stephen dalam Bahasa Inggris untuk kemudian diterjemahkan isternya berkebangsaan Indonesia, Indah Morgan.
“China sejauh ini berhasil, baik dalam ekonomi dan militer. Penduduknya lebih satu miliar. Ada kemiripan dengan Indonesia dalam hal jumlah penduduk dan wilayah luas. Tapi Indonesia tidak bisa meniru China dalam efektivitas. Alasannya, Indonesia itu ribuan pulau, sedang di China bisa dikatakan satu pulau saja. Darat luas,” jelas Prof. Stephen yang berkewarganegaraan Australia tapi menjadi guru besar di Universitas Ningbo di China.
Usai paparan Prof. Stephen, dilanjutkan dengan tanya jawab. Pertanyaan berkisar sistem perekonomian masyarakat China, pengaruh globalnya, hingga kelemahan negara yang kadang disebut Tiongkok tersebut. Acara diskusi dipandu Muhammad Farhan, dosen Universitas Sulawesi Barat. “Kegiatan ini cukup penting dan berharga kita ikuti. Pengaruh China cukup kuat. Misalnya keengganan China mengikuti hasil keputusan pengadilan PBB yang memenangkan Filipina dalam sengketa Kepulauan Spartley,” antar Farhan. “Di daerah kita pun pengaruh China dalam perekonomian sangat signifikan,” tambah Farhan.
Di akhir diskusi, Indah Morgan mengenalkan kegiatannya di luar negeri. “Di luar negeri itu ada delapan jutaan orang Indonesia. Mereka itulah yang disebut diaspora. Tersebar di banyak negara. Misalnya di tempat saya, Ningbo China, itu ada banyak orang Indonesia. Mereka kebanyakan bekerja di kegitan domestik, sebagai pembantu rumah tangga,” kata Indah Morgan yang kedatangannya ke Nusa Pustaka membawa serta dua putrinya yang masih remaja.
“Kami ini keluarga global, dulu tinggal di Australia. Suami saya orang sana, saya orang Indonesia. Kemudian kami pindah ke Inggris dan sekarang di China. Saya selalu bawa datang anak saya setiap tahun ke Indonesia supaya mereka tahu akarnya,” pungkas Indah Morgani yang aktiv mengadvokasi buruh migran di luar negeri.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s